Thursday, 31 July 2014 - Tutup
Garansi Uang Kembali

Home » Blog » Pengetahuan Tentang Jenis-Jenis Candy (Permen)

 Pengetahuan Tentang Jenis Jenis Candy (Permen)

Permen (boiled sweet) merupakan salah satu produk pangan yang digemari, sebagai produk confectionery, candy dibedakan menjadi dua golongan berdasarkan bahan bakunya, yaitu sugar confectionery dan chocolate confectionery. Sesuai dengan namanya, penggolongan itu didasarkan pada jenis bahan baku utamanya. Sugar confectionery bahan bakunya berbasis gula, sedangkan chocolate confectionery merupakan candy dengan basis bahan baku cokelat. Selain itu, penggolongan candy juga dapat didasarkan pada perbedaan tekstur dan cara pengolahannya. Candy atau permen menurut jenisnya dikelompokkan menjadi dua macam yaitu permen kristalin (krim) dan permen non kristalin (amorphous). Permen kristalin biasanya mempunyai rasa yang khas dan apabila dimakan terdapat rasa krim yang mencolok, contoh permen kristalin adalah fondant, dan fudge. Sedangkan permen non kristalin (amorphous) terkenal dengan sebutan “without form”, berdasarkan teksturnya dibedakan menjadi hard candy (hard boiled sweet), permen kunyah (chewy candy) atau soft candy, gum dan jellies. Produk confectionery lainnya adalah Karamel atau Toffee (termasuk soft candy) dan cotton candy (permen tradisional).

Pembuatan candy merupakan manipulasi gula/cokelat untuk mendapatkan tekstur tertentu. Prinsipnya yaitu mengontrol kristalisasi gula/cokelat dan rasio gula – air. Pada bab ini selain hard candy, permen kunyah, gum dan jellies, caramel dan cotton candy, akan dibahas juga tentang cokelat, pencairan cokelat couverture, membuat cokelat dengan cetakan, melapisi dengan cokelat, dan penyimpanan cokelat. Jenis-jenis Candy, diantaranya adalah:
Hard Candy
Hard candy merupakan permen yang mempunyai tekstur yang keras, penampilan yang jernih dan biasanya terdiri dari komponen dasar sukrosa dan sirup glukosa serta bahan-bahan lain yang dapat ditambahkan untuk memberikan rasa yang lebih baik. Hard candy pada dasarnya adalah campuran dari gula, sirup glukosa atau gula invert, air flavour dan pewarna. Kebanyakan hard candy dibuat dari sukrosa dan sirup glukosa. Gula invert jarang digunakan kecuali di negara yang memiliki gula (sukrosa) dalam jumlah yang banyak dan tidak tersedia sirup glukosa. Hard candy dengan kandungan total solid sebanyak 97% memberikan tekstur yang baik dan memberikan umur simpan yang optimal. Akan tetapi jika semua hanya terdiri dari sukrosa maka akan menjadi lewat jenuh, sehingga karbohidrat ini menjadi tidak stabil. Masalah ini dapat diatasi dengan menggunakan campuran sukrosa dan sirup glukosa. Sirup glukosa yang digunakan dapat meningkatkan viskositas dari permen sehingga permen tetap tidak lengket dan mengurangi migrasi molekul karbohidrat. Permen yang jernih dapat dihasilkan dengan kandungan air yang rendah dan penambahan sirup glukosa yang akan mempertahankan viskositas tinggi.
Selain gula sebagai bahan dasar, isomalt, lactitol, maltitol atau hidrolisat pati yang terhidrogenasi dapat pula digunakan sebagai substitusi. Secara teknis terminologi hard candy digunakan untuk campuran sukrosa dengan sirup glukosa yang dipanaskan pada suhu tinggi sehingga bahan yang dipanaskan tersebut menjadi bening dengan karakteristik berupa :

  1. Tidak ada butiran gula pada permukaan, bersih dan bening penampilannya,
  2. Kadar airnya sangat rendah (1 – 3%) dengan keseimbangan kelembaban relatif di bawah 30 persen, sehingga sangat mudah untuk mengabsorbsi kelembaban dari atmosfer, dan
  3. Setelah pemasakan terdapat dua komponen utama yaitu sukrosa dan glukosa, disertai gula invert dalam jumlah yang berubah-ubah yang merupakan hasil inversi sebagian sukrosa yang terjadi selama pemasakan.

Suhu yang digunakan untuk membuat permen agar kadar air mencapai kira-kira 3 persen adalah 150°C sehingga menghasilkan kandungan air yang rendah (1 – 3%), membentuk supersaturated non crystaline solution yang menghasilkan ”glassy tekstur” bentukkan menyerupai glass yang bening dan tekstur yang keras, serta memiliki kelembaban relatif dibawah 30%. Hal ini menyebabkan cenderung mudah menyerap uap air dari sekitar, sehingga dibutuhkan bahan kemasan. Dengan spesifikasi yang pas agar permen tidak mudah basah dan lengket. Teknik membuat permen dengan daya tahan yang memuaskan terletak pada pembuatan produk dengan kadar air minimum dan dengan sedikit saja kecenderungan untuk mengkristal.
Dua masalah yang dapat terjadi pada hard candy adalah stickness (kelengketan) dan graining (kristalisasi). Stickness terjadi karena meningkatnya kadar air pada permen sehingga permen lebih bersifat higroskopis. Masalah ini dapat diatasi dengan menggunakan sukrosa dan gula invert. Tetapi rasio antara sukrosa dan gula invert perlu disesuaikan, karena kesalahan rasio kedua bahan tersebut dapat menyebabkan graining atau pengkristalan. Penyimpanan pada suhu dan RH yang tinggi juga dapat menimbulkan masalah kelengketan dan graining, karena permen menyerap air, sehingga RH penyimpanan harus dijaga agar tidak lebih dari 45%. Hard candy diharapkan tidak lengket atau mengkristal ketika diterima oleh konsumen, maka ketepatan formula dan pengontrolan proses sangat penting. Masa simpan permen dapat mencapai 12 bulan, sehingga pemasarannya dapat dilakukan secara meluas dengan mutu permen yang tinggi dan harganya relatif murah.
Hard candy juga merupakan sebutan untuk permen yang mengalami pemasakan pada suhu 140–150°C dengan penampilan bening. Semakin tinggi suhu yang digunakan untuk pembuatan hard candy maka kekerasannya semakin tinggi dan kadar air semakin rendah. Kristalisasi dalam produk permen berakibat mengurangi penampilan yang jernih. Kekurangan ini mengakibatkan penampilan kurang memuaskan dan terasa kasar pada lidah. Kristalisasi akan terjadi secara spontan tetapi dapat dicegah dengan menggunakan bahan-bahan termasuk sirup glukosa dan gula invert yang tidak mengkristal tetapi sangat menghambat terjadinya kristalisasi pada permen. Metode terbaru yang disenangi oleh perusahaan hard candy adalah memasak larutan gula dalam kendi dengan pengadukan perlahan secara konstan sampai larutan mulai mendidih, campuran dipanaskan sampai 266– 320°F (135 – 160°C) atau 280 – 310°F (149 – 166°C), kemudian dilakukan penambahan asam, warna dan flavor. Campuran yang terbentuk dicetak menjadi bentuk dan ukuran yang bervariasi. Sedangkan hard candy dengan bahan dasar palatinit memerlukan suhu yang lebih tinggi dalam pengolahannya yaitu 300 – 330°F.
Perlu diingat juga bahwa produk hard candy tidak lengket dan tidak mengkristal. Formulasi pembuatan candy sangat penting untuk diperhatikan. Kadar gula pereduksi (glukosa atau fruktosa) sangat menentukan karakteristik produk. Gula pereduksi tinggi maka produk cenderung lengket (hidroskopis), jika rendah gula sukrosa mengkristal. Gula pereduksi berasal dari sirup glukosa dan inversi sukrosa. Gula pereduksi maksimal 23,5%. Kadar gula pereduksi dipengaruhi oleh rasio gula sucrosa selama proses, penambahan dari luar, penambahan asam ataupun bahan per-pH rendah. Proporsi gula sukrosa dan sirup glukosa berkisar 70 : 30 sampai 45 : 55. Khusus daerah tropis (suhu dan kelembaban tinggi) proporsi 60 : 40 dianggap tidak baik.

Permen Kunyah

Sesuai namanya, permen ini bertekstur lebih lunak dan dapat dikunyah/chew saat dikonsumsi dengan cara mengunyah dan ditelan, berbeda dengan permen karet (bubble gum) yang juga dikunyah, namun umumnya tidak untuk ditelan. Permen jenis ini memiliki kadar air yang relative tinggi (6 – 8 %). Bahan dasar utamanya tetap sukrosa dan sirup glukosa. Namun untuk membentuk tekstur yang chewy, biasanya dicampurkan lemak, gelatin, emulsifier dan bahan tambahan lainnya. Mulut dan kelengkapannya seperti lidah dan gigi adalah alat perasa yang sangat sensitif, dan menjadi bagian yang berkontak langsung dengan permen kunyak yang dikomsumsi. Sangat mungkin, saat konsumen mengkomsumsi permen kunyah ada yang lengket digigi, rasa berpasir, terlalu keras, terlalu lembek dan lain sebagainya yang dapat memberikan tingkat kepuasan dan sensasi yang membedakan antara satu jenis permen dengan jenis yang lainnya. Permen kunyah juga dapat dijumpai dengan berbagai ragam rasa dan warna sangat menarik Selain itu pembuatannya juga dapat dilakukan dengan berbagai variasi teknologi, ada yang berbentuk padat, atau ada juga yang berisi cairan, baik berupa cokelat, sari buah dan lainnya.
Salah satu parameter mutu yang sangat berperan dalam menampilkan karateristik permen kunyah adalah tekstur. Sensasi yang didapatkan saat mengkomsumsi permen kunyah pada dasarnya adalah perpaduan tekstur dan flavor. Dari tekstur bisa dirasakan sensasi kenyal, keras, lembut, empuk, atau alot dan lengket, halus atau kasar berpasir, dan lainnya. Selain itu permen kunyah dapat dibuat dengan berbagai cita rasa dan aroma yang ditambahkan, bahkan ada pula yang menambahkan sensasi dingin, menyengat dan sebagainya. Tekstur yang timbul sangat ditentukan oleh struktur kristal yang terbentuk, yang dapat diarahkan sesuai industri dengan cara mengatur komposisi bahan dan jenis aplikasi teknologi pembuatan yang digunakan. Pada hard candy proses kristalisasi dicegah sedemikian rupa dengan mengatur komposisi sukrosa dan sirup glukosa, sehingga setelah proses pemasakkan dan pendinginan terbatas, langsung dilanjutkan ke proses pencetakkan. Sedangkan proses pembuatan permen kunyah berbeda, di mana setelah proses pemasakan, dilakukan proses pendinginan, menggunakan cooling drum atau cooling table, yang kemudian dilanjutkan dengan proses pulling/beating yang bertujuan untuk rekristalisasi.
Pada teknologi modern, setelah proses pemasakan yang bersifat kontinyu, adonan akan langsung masuk ke rangkaian mesin selanjutnya yang berupa screw sangat besar yang dilapisi dinding pendingin. Di dalam mesin ini adonan akan menjalani proses pulling/beating sambil didinginkan, sehingga diharapkan terjadilah proses kristalisasi yang sempurna. Proses ini akan menghasilkan adonan bertekstur halus dan lembut. Jika dilihat dibawah mikroskop akan tampak kristal yang sangat halus ukurannya dengan penyebaran yang homogen.
Gum and Jellies
Jenis ini juga dikenal dengan hidrocolloid sweets. Kadar air gummy candy berkisar 15%, contoh candy ini adalah marshmallows, jellies dan gum drops. Hampir separuh dari produk sugar confectionery yang dijual di pasaran tergolong dalam jenis ini. Selain sukrosa dan glukosa, komponen yang penting dalam pembuatan jenis ini adalah komponen hidrokoloid seperti agar-agar, gums, gelatin, pektin dan pati yang juga digunakan untuk memodifikasi tekstur.
Proses pembuatannya diawali dengan proses dry mixing, di mana sukrosa, sirup glukosa, gum dan komponen lainnya dimasukkan ke dalam mixer. Setelah itu adonan tersebut dimasukkan ke dalam “cooker extruder”, dimana adonan tadi akan mengalami tekanan dan pemanasan yang tinggi (sekitar 1000 psi/150 0C), dengan waktu transit dalam extruder sekitar 30 – 90 detik. Adonan yang telah masak dan keluar dari ektruder akan berupa semacam tambang/rope, bergantung pada jenis head yang digunakan pada extruder, yang kemudian akan didinginkan di dalam cooling tunnel dengan menggunakan angin dingin. Setelah keluar dari coling tunnel, adonan tadi akan langsung masuk ke dalam mesin pencetak dan pengemas primer. Pemilihan jenis gum atau “gelling agent” sangat bergantung pada jenis permen yang akan dibuat, karena masing-masing memiliki karakteristik yang khas.
Toffee atau Karamel
Karamel atau toffee adalah produk “confectionery” yang dibuat dari bahan dasar gula, sirup glukosa, susu (umumnya susu kondensasi), lemak dan garam. Bahan–bahan dicampurkan dan dihomogenisasi sampai membentuk emulsi lemak dalam air (o/w) kemudian campuran didihkan sehingga terkondensasi membentuk massa dengan total padatan yang tinggi. Flavor dan warna asli toffee atau caramel selain disebabkan oleh proses karamelisasi gula (sukrosa) juga karena reaksi Maillard yang terjadi antara gula pereduksi dari sirup glukosa dengan protein susu.
Selain itu yang membedakan produk ini dengan produk hard candy (high-boiled sweets) adalah keberadaan susu dan lemak yang menyebabkan konsistensi dari produk ini lunak, plastis dengan kadar air yang lebih tinggi (7%-9 %) dibandingkan hard candy lainnya yang berkadar air 3 % dapat digigit atau dikunyah sehingga produk ini dapat juga disebut soft candy”. Saat ini tersedia berbagai bentuk caramel atau toffee dengan variasi bentuk, warna dan citarasa. Seperti yang telah disinggung sebelumnya bahwa toffee adalah sistim emulsi lemak dalam fase cair yang mengandung padatan terlarut seperti gula dan distabilkan oleh protein susu namun demikian system ini sangat komplek dan belum sepenuhnya diketahui. Protein sebagian besar berada diantara butiran atau globula lemak dan fase cair yang merupakan campuran air dan gula. Kondisi ini juga menyebabkan produk toffee tahan terhadap pengkristalan selama penyimpanan.
Karateristik tekstur juga sangat beragam dan dipengaruhi berbagai faktor seperti, formulasi, dan proses. Secara umum yang diharapkan adalah konsistensi yang lunak, plastis sehingga dapat dikunyah (soft candy) tetapi tidak meleleh dan lengket. Kekerasan dipengaruhi oleh kadar air akhir produk, yang optimum biasanya 7-9% sedangkan kekenyalan dan keliatan dipengaruhi oleh jenis, konsentrasi gula dan glukosa sirup serta konsentrasi protein susu yang digunakan. Jika protein terlalu tinggi misalnya maka elastisitas meningkat dan ini menjadi masalah pada proses pencetakan atau pemotongan dan pengemasan. Bahan dasar untuk pembuatan toffee sama dengan permen lainnya yaitu gula, sirup glukosa, protein susu, lemak, garam dan air. Penggunaan gula (disakarida) harus diperhatikan tidak boleh berlebih karena berdampak pada konsistensi produk yaitu pembentukan kristal dan butiran-butiran kecil selama penyimpanan. Rasio penggunaan gula (disakarida) dan glukosa sirup harus tepat. Rasio optimal adalah 1,1:1. Saat ini yang umum digunakan adalah gula pasir dengan penambahan sedikit molasses untuk menstimulasi pembentukan warna pada saat reaksi karamelisasi.
Pada pembuatan toffee, susu merupakan salah satu ingredientnya (bahannya). Protein susu selain berfungsi untuk bereaksi dengan gula pereduksi yang membentuk warna dan flavor, berfungsi pula sebagai emulsifier yang menstabilkan emulsi lemak dalam cairan gula dan mengikat air. Protein susu yang umum digunakan adalah susu kondensasi (sweetened condensed milk). Susu segar jarang digunakan karena kadar air yang tinggi menyebabkan pemanasan yang lebih lama untuk mendapatkan konsistensi yang diinginkan dan selama proses penguapan air protein susu dapat terkoagulasi sehingga berpengaruh pada tekstur produk akhir. Lemak yang digunakan dalam toffee selain mentega adalah berbagai jenis lemak nabati seperti minyak inti kelapa sawit (hardened) palm kernel oil (HPKO). Namun karena HPKO mahal biasanya dicampur minyak kedelai, kacang tanah dan lainnya yang telah dihidrogenasi. Bahan lain yang sebenarnya tidak essensial pada pembuatan toffee adalah garam. Namun garam memberikan efek flavor yang sangat menguntungkan karana toffee terasa hambar tanpa garam. Penggunaan garam biasanya sekitar 0.5 %.
Formulasi sangat bervariasi tergantung tujuan penggunaan toffee. Misalnya untuk candy yang dikemas satu persatu, atau dibungkus beberapa atau sebagai lapisan produk gula-gula lainnya atau biskuit. Namun secara umum formulasi dasar toffee atau caramel adalah tiga bagian gula, 5 bagian glukosa sirup, 3 bagian susu kondensat manis dan 1.5 bagian lemak. Untuk toffee yang dikemas satu persatu (gula-gula lunak) kadar air akhir sebaiknya 7% sedangkan yang digunakan untuk melapisi produk confectionery lainnya harus lebih lunak dengan kadar air yang lebih tinggi.
Cotton Candy
Cotton candy adalah salah satu jenis confectionery yang terbuat dari gula dan berbentuk menyerupai kapas, sangat populer di kalangan anak-anak. Produk tersebut banyak beredar secara tradisional di Indonesia terutama saat liburan rakyat atau karnaval, dengan nama yang lebih dikenal sebagai harum manis atau kembang gula. Walau dibuat secara sederhana, namun sesungguhnya cotton candy dikenal cukup luas oleh masyarakat Internasional. Namun peredaran cotton candy di masyarakat Internasional memiliki kesamaan dengan di Indonesia yaitu banyak dijual ditempat hiburan rakyat. Misalnya saja, cotton candy seolah telah menjadi cemilan yang tidak dapat dilupakan masyarakat Amerika saat menonton cirkus. Seperti halnya di Indonesia, cotton candy menjadi favorit anak-anak saat mengunjungi pekan raya atau hiburan pekan rakyat lainnya.
Biasanya cotton candy dikemas dalam plastik bening yang kedap uap air, yang merupakan polimer berberat molekul tinggi. Kemasan didisain dapat menghambat interaksi cotton dengan uap air, karena bisa menyebabkan kelengketan dan pengkerutan, sehingga merusak tekstur produk. Cotton candy mempunyai tekstur berserat lembut yang merupakan ciri unik dan tidak dimiliki oleh jenis produk confectionery lainnya. Tekstur tersebut terbentuk langsung dari gula yang digunakan dalam proses. Pada awal pengolahan gula masih berbentuk kristal padat, namun ketika mulai dilelehkan, kristal-kristal tersebut akan berubah wujud dan saling bercampur, membentuk larutan kental dan sirup lengket. Sirup tersebut kemudian diputar dalam mesin pembentuk cotton candy. Mesin tersebut akan mendorong cairan menembus lubang-lubang kecil ke arah luar yang akan membentuk dan mendinginkan gula cair, sehingga tercipta helaian serabut tipis yang kembali memadat. Helaian tersebut kemudian dikumpulkan dengan menggunakan stick dan dikemas.
Pengemasan harus dilakukan saling terpisah karena jika dikemas bersama-sama dapat menyebabkan kelengketan satu dengan lainnya, terutama jika cukup udara. Sukrosa merupakan bahan terpenting yang digunakan dalam proses pengolahan cotton candy. Pada cotton candy gula bertanggung jawab terhadap struktur fisik, selain bertanggung jawab terhadap kemanisan dan mouthfeel. Gula yang dipergunakan dalam produksi cotton candy telah mendapatkan perlakuan terlebih dahulu, untuk mendukung pembuatan serat, dan disebut sebagai floss sugar. Selain gula diperlukan bahan pendukung lainnya, terutama pewarna dan flavoring. Pewarna yang sering ditambahkan dalam proses pembuatan cotton candy, diantaranya adalah red dye # 40, yellow dye #5, yellow dye #6, dan blue dye # 1. Pewarna tersebut harus memenuhi standar keamanan yang telah ditetapkan oleh FDA ataupun BPOM. Warna yang populer dipakai adalah warna pink dan kuning. Di amerika cotton candy tersedia dalam berbagai macam flavor, seperti buble gum, pisang, rasberry, vanila, melon, dan cokelat. Untuk menimbulkan flavor tersebut dapat digunakan flavoring agent (essence), baik yang artificial maupun natural. Natural flavor dapat diperoleh dari buah-buahan, berries, madu, molasses, dan malt. Sedangkan artificial flavor dapat berasal dari campuran komponen aromatik yang diproduksi melalui reaksi kimia secara sintetik. Beberapa komponen artificial flavor penting diantaranya adalah methyl anthranilate dan ethyl caproate.

~ Semoga Bermanfaat ~

Toko Kue Online Terpercaya

macam macam permen,macam-macam permen,Jenis permen,macam2 merk permen,macam2 permen,jenis jenis permen,jenis jenis candy,pengertian soft candy,cara membuat hard candy,permen macam macam,pembuatan chewy candy,soft candy adalah,merk cotton candy di indonesia,membuat permen karamel chewy,Macam2 permen gambarnya,macam - macam permen keras,suka tekstur permen padat,Soft candi cara membuat nya,pembuatan soft candy milk,Pengertian Glikosa Dalam Resep Permen

Resep Cara Membuat Puding Almond 2

11 March , 2014 , Kategori : Blog
Resep Cara Membuat Puding Almond 2

Puding, hmmm... makanan penutup yang satu ini memang selalu bikin kita ketagihan memakannya:). Kebetulan beberapa hari ini saya bersama keluarga lagi seneng makan puding, jadi pada postingan kali ini saya ingin berbagai cara membuat puding almond. silakan langsung saja... baca selengkapnya

Brownies Paling Enak Di Bandung

23 February , 2014 , Kategori : Blog
Brownies Paling Enak Di Bandung

Brownies paling enak saat ini memang brownies yang ada di Bandung. Selain rasanya yang enak, juga brownies ini lembut di mulut sehingga tidak seret di tenggorokan pada saat Anda memakannya. Ada beberapa brownies kukus yang di jual di toko... baca selengkapnya

Resep Cara Membuat Snoep Choco Roll

21 February , 2014 , Kategori : Blog
Resep Cara Membuat Snoep Choco Roll

Setelah kemarin sukses dengan Resep Cara Membuat Fruit Slices :), di hari sabtu yang cerah ini saya akan memberikan resep Cara Membuat Snoep Choco Roll kepada Anda para pengunjung dan para pelanggan setia tokopastri.com. Yuk langsung saja kita kita... baca selengkapnya

Resep Cara Membuat Fruit Slices

20 February , 2014 , Kategori : Blog
Resep Cara Membuat Fruit Slices

Halo selamat pagi para pengunjung setia tokopastri.com. Mohon maaf 3 hari kebelakang saya belum bisa update kembali resep cara membuat masakan-masakan enak di blog ini. Bagaimana dengan resep cara membuat cronut kemarin apakah sudah dipraktekkan? :). Hasilnya bagaimana apakah... baca selengkapnya

Resep Cara Membuat Cronut

18 February , 2014 , Kategori : Blog
Resep Cara Membuat Cronut

Resep Cara Membuat Cronut. Masak fresh cream dan coklat compound sampai mendidih kecil, lalu matikan apinya dan aduk terus sampai kental. Lapisi dengan blue band master pastry fat (bahan C) dan dilapisi secara single (lihat praktek 3x) dan simpan... baca selengkapnya

Keranjang Belanja Anda
Jumlah Barang : pcs
* klik gambar produk

Testimoni dari Pembeli


“Nggak rugi belanja di tokopastri.com, kuenya enyakkkkk… enyakkkk, kue saljunya lembuuuuuuuuuutt banget, beda sama yang biasa dibuat dikampung. Kurma Coklatnya juga enak, ga bikin neg. Beneran Enak!!”

Umi Kalsum (Mahasiswi)

Dari Kec. Denpasar Selatan, Kota Denpasar-Bali

“Sambelnya enak ga perlu repot-repot ngulek sambel lagi. Nanti kalo udah abis, saya mau pesan lagi buat bulan puasa, sama mau nyoba brownies-nya juga kayaknya enak-enak tuh.”

Bayu A. Kurniawan

Dari Tanah Bambu – Kalimantan Selatan

“Layanannya cepat, kemasannya sangat rapi, dan rasanya enak pas di lidah. Harganya juga sangat sesuai dengan kualitas produk yang dijual. pokoknya ga nyesel deh beli kue cookies di Tokopastri.com”

Ibu Nunung Soekmawati, S. Pd

Guru SMKN di Bandung.

“Saii… Kuenya udah nyampe, enak dan mantep banget. Kejunya berasa banget.. Kuenya lembut nanti aku siap-siap pesen 1 toples lagi buat lebaran ya...”

Sis Cut Marla El Marvis

Dari Sukabumi

“Cookies-nya enak, beda sama kue cookies yang biasa dijual di daerah tempat tinggal saya, yang ini aroma wisman butter-nya lebih terasa, selain itu juga kemasannya cukup rapi, sehingga paket kiriman tidak mudah rusak selama dalam perjalan.”


Lian Marlina

Dari Surabaya

“Agan.. Sambal Ijo Teri Ibu Ida-nya Enak banget. Pedasnya juga pas tidak kurang dan tidak lebih. Sukses terus buat toko online-nya.”


Sis Missy Susanti

Dari Bintaro-Jakarta Selatan

“Waw.. Luar biasa, sejak 2 hari yang lalu saya bergabung menjadi reseller di tokopastri.com, saya sudah berhasil menjual 5 toples kue cookies ke teman-teman saya dikantor, dan mereka mengaku sangat puas dengan rasa kue cookies dari tokopastri.com. Sukses terus buat tokopastri.com”


Rahmat

Dari Karawang.

“Mbak…kuenya dah nyampe. Enak bgt deh…apalagi putri saljunya, anak sama suami saya smpe ketagihan. Biasanya anak saya suka ga mau klo ga enak mbak, lembut bgt susunya kerasa. Langsung abis sehari jga kyaknya :)
Nti saya mau pesen lagi ya mbak…..makasih.”


Tri Herawati

Dari Yogyakarta

“Toko Onlinenya sangat terpercaya, Cookies Sagu Kejunya enak, dan ongkos kirim relatif murah, jadi tidak ada yang namanya berat diongkos”

Dari Liyana

Cijantung, Pasar Rebo – Jakarta Timur
Selengkapnya ada di sini >>

PIRT Sertifikat

Bukti Pengiriman

Photo

Toko kue |  Kue Semprong
Toko kue |  Brownies Kukus Salju

Hotline: (022) 6677727 SMS/Whatsapp: 081-2222-52594 BBM: 7cb43e04 | 752550e8 (Penuh) Email: admin@tokopastri.com